Selasa, 01 Mei 2012

KETERAMPILAN DIALOG KONSELING MIKRO


KETERAMPILAN DIALOG KONSELING MIKRO
Diajukan Untuk Memenuhi UTS Mata Kuliah
”KETERAMPILAN KONSELING MIKRO”


                                           

Dosen Pembimbing:
Drs. Bambang Hidup Mulyo, M.Pd
Oleh:
 Innama Takunu Lakum ( D33209015 )
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2011-2012


TERTEKAN SIKAP ORANG TUA YANG OTORITER
No
Konselor
Binimbing
Teknik
1

“Assalamu’alaikum”

2
Waalaikumsalam,,,halloo Yahya ya,silakan masuk” (duduk,bersalaman)
“senang  sekali berjumpa  anda ,apa yang bisa saya bantu?

1.Attending. (menghampiriklien)
2.Open question
3

 ….(Diam)
 (menunduk, cemas, tangan diremas, murung)

4
 “Kelihatannya kamu begitu cemas, murung,dan tidak semangat? Apakah demikian?”

1.refleksi perasaan
2.Bertanyaterbuka
3.attending
5

….(mengangguk, Melihat/memandang konselor dengan sesaat,lalu menunduk lagi)

6
“Dapatkah Yahya menjelaskan lebih lanjut tentang kecemasan yang anda hadapi? (Tenang,ramah , senyum,serius, menatap  yahya)

1.eksplorasi perasaan
2.Bertanya terbuka
3.attending
7

“Saya merasa tertekan, saya merasa  tidak berguna” (Menatap konselor,menunduk lagi,muka mulai tenang)

8
“Saya Memahami perasaanmu tertekan karena merasa tidakberguna. Dapatkahkamumengungkapkanperasaan takberguna itu?”
(menatap wajahklien, ramah)

1.Empati
2.Refleksi pengalaman
3.Bertanya terbuka
4.Eksplorasi perasaan
9

“Saya merasa ayah, ibu, dan saudara-saudara saya merendahkan, memojokkan, dan menghina saya. Sebab terakhir ini prestasi belajar saya hancur. Saya tidak mampu menjelaskan kepada mereka, padahal kehancuran prestasi belajar saya bersumber dari sikap orang tua.” (wajah murung)

10
“kalau begitu kamu beranggapan sejauh ini hancurnya prestasi belajar bukanlah kesalahanmu sendiri, akan tetapi kesalahan orang tuamu. Karena itu sikap memojokkan dari orang tua membuat kamu terhina. Demikian?”
(Ramah, penuh perhatian, menatap wajah klien, tenang,kedua tangan menekankan ucapan)

1.Menangkap isu utama
2.refleksi ide
11

“ ya, bu…..”
(Diam, Menunduk, masih cemas, kurang semangat)

12
“Apakah kamu berpendapat bahwa hancurnya prestasi di sekolah adalah sebagai akibat kelalaian, kekurangan perhatian dariorang tua? (Tenang,perhatian, ramah)

1.Bertanyaterbuka
2.Attending
3.Eksplorasipengalaman
13

“ ya, karena saya merasakan demikian, dan saya merasa terhina dan malu, juga di sekolah “
(Mulai tenang,serius, menatap,tanagn tetapdiremas)

14
“baiklah, jadi kalau begitu masalahmu adalah turunnya prestasi belajar bersumber dari orang tuamu dan orang tuamu merasa tidak senang, lalu memojokkan dan kamu merasa terhina di rumah,bagaimana,apakah demikian ?“

1.Menangkap isu utama
2.Mendefinisikan Masalah
3.Attending
15

“Ya, bu,,,, saya sependapat,emang seperti itu.
(wajah tenang)

16
“Baiklah,,,sekarang masalahmu sudah jelas. Namun ibu ingin mengetahui lebih jauh bagaimana pendanganmu terhadap sikap orangtua yang telah kamu alami sehubungan dengan prestasi belajarmu? “
(Tenang, ramah, mengarah kepada klien)

1.Memimpin
2.Eksplorasi Pengalaman
3.Bertanya,terbuka
4.Attending
17

,,,,,,,,,,,

18

 “ Orang tua saya benci kepada saya, tapi kepada adik saya tampaknya mereka lebih menyayangi. Saya merasa dianaktirikan, padahal saya sudah berusaha untuk menyenangkan hati orang tua  saya dengan belajar rajin (Wajah cemas,serius, menatap konselor ,tangandiremas)

19
“ Ya, terus bagaimana? “
(Mendorong,serius, ramah,menatap)

1.mendorong minimal
2.Ekspolrasi pengalaman
3.Bertanyaterbuka
4.Attending
20

“Yah,,,,saya malas dan tidak belajar lagi seperti biasa dan nilai-nilai saya jadi buruk. Tapi sayatidak peduli. “ (wajah kesal, tegas, menatap serius, kepala menggeleng)

21
“ Ya, saya memahami  jalan pikiranmu. Nampaknya kamu seperti membalas dendam terhadap sikap orangtuamu.  Bagaimana pendapat anda? “.
(Tenang, santai, menatap/perhatian serius)

1.Empati primer
2.Refleksipengalaman
3.Eksplorasipengalaman4.Konfrontasi
22

 “ Habis pilih kasih dan tak menghargai saya”

23
“ Jika orangtuamu tidak pilih kasih dan menghargai, bagaimana pendapatmu? “
(Sungguh-sungguh, ramah, senyum, menatap klien)

1.Fokus
2.Eksplorasi
3.Bertanyaterbuka
24

“ saya senang sekali, dan hal itulah yang sangat saya harapkan. Tapi bagaimana caranya? Saya kurang yakin dengan pendapat itu “ (Tenang, wajah agak meragukan)

25
“ saya senang dengan sikap keterbukaan dan kritismu. Mungkinkah kamu sendiri yang dapat mengetahui caranya? Ibu meminta saran “ (Tenang, muka serius, ramah)

1.Empati primer
2.Sugesti
3.Mengarahkan
26

“Saya kurang tahu. Tapi, bila saya berpikir, sulit merubah sikap negatif orangtua saya terhadap saya. Kecuali jika ibu pembimbing dapat berbicara dengan orangtua saya tentang hal tersebut “
( menatap dengan tenang, kedua tangan mengarah pembimbing, ramah terbuka)

27
“ Bagus, saya senang dengan sikap keterbukaanmu. Tapi saya ingin tahu apakah orangtuamu mungkin dapat bertemu dengan saya? “
(Gembira, duduk santai, badan agak condong kepada klien,menganggukkan kepala)

1.Empati
2.Eksplorasi Pengalaman
3.Penekanan
4.Pujian/Penghargaan
28

“ Tentu bisa, orang tua saya cukup terbuka dan senang dengan orang-orang di luar keluarganya. Saya percaya kalau orang tua saya, mungkin dia akan hadir. “ (Tenang, berseri/senang, memberi kepercayaan diripada ibu pembimbing)

29
“ saya sangat menghargai pendapatmu. Tampaknya anda adalah seorang siswa yang cukup cerdas dan bijak. Namun apakah biasanya orangtuamu pernah hadir pada panggilan-panggilan sekolah, misalnya tentang masalah studi saudaramu? “
(Menghargai, serius, ramah, senang)

1.empati primer
2.Refleksi Content (ide/pikiran)
3.Menghargai
4.Bertanyaterbuka
30

“Tentu bu,,,mereka selalu ada perhatian jika  ada panggilan seperti oleh kepala sekolah”.
(menatap dengan perhatian, menekankan, tenang, senang, santai.

31
 “ kalau begitu apa kesimpulan ini kamu setuju ? yaitu melalui kepala sekolah saya ingin bertemu orangtuamu disekolah pukul10.00 WIB? “
 (Tenang, ramah, menatap klien,senyum, santai)

1.Menyimpulkan semntara
2.Bertanyaterbuka
32

“ ya bu,,,, saya setuju “.
(Mengangguk tenang, menatap konselor)

33
“ baik, saya hargai sampai saat ini. Bagaimana perasaanmu setelah berbincang-bincang? “
 (Rasa empati, ramah, menghargai, menatap klien, penuh pengertian,)

1.empati primer
2.Eksplorasi perasaan
3.Bertanyaterbuka
34

“Setelah mengikuti pembicaraan ini, perasaan cemas saya sudah menurun, bahkan menghilang. Saya merasa senang sekali.”
( Tenang, gembira, sikap sopan, menatap konselor,)


“kalau begitu apakah sudah ada kesimpulan pertemuan ini?”

1.Mengarahkan
2.Upaya menyimpulkan
3.Upaya merencanakan
35

“Ada,,, yaitu bahwa ibu akan mengadakan petemuan dengan orang tua saya untuk memahami sikap orang tua terhadap keadaan saya. Kemudian mungkin ibu akan mengajukan usul-usul tentang kebaikan saya.” (menyimpulkan, tenang)

36
“ya, mungkin pula ada pertemuan segitiga antara orangtuamu, kamu, saya, dan mungkin pula dengan saudara-saudaramu. Bagaimana?”

1.Menjelaskan
2.Menyimpulkan
3.merencanakan
37

“Ya bu, saya setuju. Terrima kasih”.
(Sopan, tenang,menatap konselor)

38
“Kalau begitu apakah pertemuan ini dapat kita akhiri?”.
(tenang, ramah)

1.Bertanyaterbuka
2.Eksplorasi ide
39

“Ya, ,,saya kira demikian”
 (ramah, tenang, mengangguk)

40
 “Terima kasih”
(bersalaman dengan klien)

*closing